Prepare for Independent Life

Senin, 10 Juni 2024

TERAPI OKUPASI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Bapak Joseph Triyadi, Amd. OT.,S.Psi. bersama ketua Yayasan Pekanbaru Lab School dan host RRI Pekanbaru dalam acara Mozaik Indonesia (Sabtu, 8 Juni 2024)

 Apa Itu Okupasi Terapi?

Menurut Permenkes No 76 tahun 2014, terapi okupasi adalah bentuk pelayanan kesehatan kepada klien dengan kelainan/kecacatan fisik dan/atau mental yang mempunyai gangguan pada kinerja okupasional, dengan menggunakan aktivitas bermakna (okupasi) untuk mengoptimalkan kemandirian individu pada area aktivitas kehidupan sehari-hari, produktivitas dan pemanfaatan waktu luang.

Okupasi Terapi Dunia
Adalah suatu profesi kesehatan yang mendukung individu menjadi lebih sejahtera (well being) melalui okupasi. (World Federation Occupatioan Therapy/WFOT, 2012).

Tujuan OKUPASI TERAPI (OT)
Adalah untuk meningkatkan kemampuan individu berpartisipasi dalam okupasi yang diinginkan, dibutuhkan, dan diharapkan. (WFOT, 2012).

Ruang lingkup OT/ Bidang Garap OT
1.  ADL (Activity of Daily Living) - Kemandirian
2.  Productivity - Produktifitas
3.  Leisure - Pemanfaatan waktu luang

Siapa Saja Klien OT ?
Okupasi Terapi melayani:
1.  Gangguan tumbuh kembang
2.  Gangguan kesehatan jiwa
3.  Gangguan fisik
4.  Gangguan neurologi
5.  Ganggguan orthopedi
6,  Gangguan fungsional
7.  Yang mengikuti kondisi kesehatan atau yang mengalami keterbatasan partisipasi dalam okupasi

Dimana Okupasi Terapi Bekerja?
1.   Rumah Sakit Umum
2.   Rumah Sakti Khusus
3.   Rumah Sakit Jiwa
4.   Rumah Sakit Orthopedi
5.   Klinik Anak
6.   Klinik Stroke
7.   Sekolah Institusi Pendidikan
8.   Industrial
9.   Homecare
10. Panti Jompo / Rumah Lansia
11. Praktek OT Mandiri, Dll

(OT) Pada klien Dewasa
1.  Post stroke
2.  Post traumatic brain injury
3.  Skizofrenia
4.  Dimensia
5.  Fraktur
6.  Post amputasi
7.  Post stress traumatic, Dll

(OT) Pada Klien Anak
1.  Autis (ASD)
2.  Hiperaktif (ADHD)
3.  Gangguan Belajar (LD)
4.  Cerebral Palsy (CP)
5.  Down Syndrome (DS)
6.  Intelektual Disorder (IDD)
7.  Global Developmental Disorder (GDD), 
8.  Dll

PERAN OT DI SEKOLAH
1.  Tim assesment perkembangan anak
2.  Tim konsultan perkembangan anak
3.  Modifikasi kurikulum
4.  Modifikasi lingkungan sekolah
5.  Modifikasi alat bantu
6.  Modifikasi ruangan belajar dan bermain
7.  dll

Link Youtube:


Narasumber:
Joseph Triyadi, Amd. OT, S. Psi.
J

 

 

 

 

 

 






Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pekanbaru, Riau, Indonesia
Sekolah khusus Pekanbaru Lab School berdiri pada tanggal 7 Mei 2010. Visi Pekanbaru Lab School ini adalah sebagai wadah pendidikan khusus dan layanan khusus sehingga semua mendapatkan hak layanan pendidikan dan kesempatan tumbuh dan berkembang secara maksimal. Pekanbaru Lab School mempunyai beberapa divisi, yaitu: 1) Sekolah Khusus, 2) Sekolah Kesetaraan, 3) Life Skill & Keaksaraan, 4) Taman Bacaan Masyarakat, 5) Governess & Shadow Teacher dan 6) Divisi Asrama. Penanganan pendidikan khusus dan layanan khusus yang diberikan di Pekanbaru Lab School bersifat holistik dan terintegrasi sehingga kemampuan anak bisa dikembangkan secara optimal.Pekanbaru Lab School adalah sekolah nasional yang sudah terakreditasi B. Mari kita dukung anak-anak mendapatkan layanan pendidikan terbaik sehingga mampu menggapai prestasi tertinggi dengan kemandirian hidup dan berkembangnya bakat dan minat secara maksimal.

Translate