![]() |
| Pengumuman Kelulusan Paket C/ Sederajat SMA, Pekanbaru Lab School Tahun Ajaran 2025/ 2026 |
Download di sini:
1. Pengumunan Kelulusan Tingkat SMA/ Paket C/ Sederajat Pekanbaru Lab School Tahun Ajaran 2025/ 2026
https://s.id/PengumumanPaketCPLS2026
Sekolah Khusus Berasrama, Sekolah Kesetaraan (SD, SMP, dan SMA), Sekolah Keterampilan, Shadow Teacher & Governess, Bimbingan Belajar, dan Konseling Keluarga.
Kunjungan Pejabat Kemendikbudristek RI, yang didampingi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kemenag Riau, dan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.
Siswa Pekanbaru Lab School sedang melakukan aktivitas olah raga
Pameran Karya Anak-anak Autis di Pekanbaru.
Event Apresiasi Seni dan Budaya untuk Anak Autis: Foto Bersama Panitia, Kak Seto Mulyadi, Pemerintah Daerah, Tamu Undangan dan Sponsor.
Naila Agnesia Riyanti saat tampil dalam peringatan Hari Autis Sedunia.
Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diselenggarakan di Mal Pekanbaru.
Anak-anak Special Bersama Bapak Menteri Kesehatan Republik Indonesia,Ir. Budi Gunadi Sadikin, S.Si., CHFC., CLU., Dedy Corbozier, Praktisi, aktivis, dan Pemerhati Anak.
Pekanbaru bekerjasama dengan berbagai Universitas dalam menyelenggarakan program Magang dan Praktek Kerja Lapangan.
Atlet Pekanbaru Lab School turut serta dalam event olahraga bertaraf Asean.
Kegiatan Gelar Karya Siswa untuk meningkatkan Bakat dan Minat dalam Bidang Seni dan Budaya
![]() |
| Pengumuman Kelulusan Paket C/ Sederajat SMA, Pekanbaru Lab School Tahun Ajaran 2025/ 2026 |
Download di sini:
1. Pengumunan Kelulusan Tingkat SMA/ Paket C/ Sederajat Pekanbaru Lab School Tahun Ajaran 2025/ 2026
https://s.id/PengumumanPaketCPLS2026
Apa sih Perbedaan
Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler?
1. Tujuan: biar siswa menguasai pelajaran sesuai standar nasional.
2. Contoh: Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Pendidikan Agama, Bahasa Inggris, ulangan harian, ujian semester.
3. Ciri khas: formal, wajib, dan hasilnya menentukan nilai rapor.
Kokurikuler
1. Tujuan:
memperdalam dan memperkaya pengetahuan siswa.
2. Contoh:
kunjungan ke museum untuk pelajaran sejarah, praktik di laboratorium IPA, lomba
cerdas cermat, karya wisata.
3. Ciri
khas: aplikatif, menyambungkan teori dengan praktik nyata.
Ekstrakurikuler
1. Tujuan:
mengasah potensi diri, melatih kepemimpinan, kerja sama, dan soft skills.
2. Contoh:
pramuka, futsal, basket, tari, musik, teater, klub bahasa asing, organisasi
OSIS.
3. Ciri khas: pilihan sesuai minat siswa, lebih santai, tapi tetap punya manfaat besar buat perkembangan pribadi.
|
Aspek |
Intrakurikuler |
Kokurikuler |
Ekstrakurikuler |
|
Fokus |
Pelajaran
inti |
Pendalaman
materi |
Bakat &
minat |
|
Sifat |
Wajib |
Mendukung |
Pilihan |
|
Waktu |
Jam pelajaran
resmi |
Tambahan di
luar jam inti |
Di luar jam
pelajaran |
|
Contoh |
Matematika,
Bahasa Indonesia |
Karya wisata,
praktik lab |
Pramuka,
olahraga, seni |
Intrakurikuler itu kegiatan belajar
resmi yang ada di jadwal pelajaran. Semua siswa wajib ikut karena ini bagian
dari kurikulum.
2. Kokurikuler:
Pendukung Pelajaran di Kelas
Kalau intrakurikuler
itu “inti”, maka kokurikuler bisa dibilang “pendukungnya”. Kegiatan ini
biasanya dilakukan di luar jam pelajaran inti, tapi masih nyambung sama materi
di kelas.
3. Ekstrakurikuler:
Wadah Bakat dan Minat
Nah, kalau
ekstrakurikuler sifatnya lebih bebas. Tujuannya bukan cuma soal nilai akademik,
tapi buat ngembangin bakat, minat, keterampilan, dan karakter siswa.
Ringkasnya Gini: Kenapa Penting? Kalau cuma intrakurikuler, siswa bisa pintar teori tapi kurang pengalaman. Kalau hanya kokurikuler, mungkin kuat di praktik tapi lemah di dasar. Sementara tanpa ekstrakurikuler, siswa bisa kurang kesempatan untuk menyalurkan bakat dan mengasah karakter. Jadi, kombinasi tiga jenis kegiatan ini bikin pendidikan lebih seimbang: pintar di kelas, terampil di lapangan, sekaligus berkembang secara pribadi dan sosial.
Referensi
·
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
·
Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar
Penilaian Pendidikan.
· Mulyasa,
E. (2017). Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
![]() |
| Tangkapan Layar Aplikasi Simulasi Tes Kemampuan Akademik |
Tes yang dilaksanakan secara bertahap ini dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, serta keterampilan pemecahan masalah. Tidak hanya menekankan hafalan, TKA lebih menyoroti penerapan pengetahuan dalam situasi nyata.
TKA di tingkat SD akan difokuskan pada kemampuan membaca, berhitung, dan logika dasar. Sementara di jenjang SMP, tes mulai diperluas mencakup pemahaman sains, matematika, serta bahasa. Adapun di tingkat SMA/sederajat, soal dirancang lebih kompleks untuk mengukur kesiapan menuju pendidikan tinggi.
“Uji coba ini penting untuk memberikan gambaran objektif mengenai sejauh mana kesiapan akademik siswa di setiap jenjang. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi kurikulum sekaligus strategi pembelajaran di sekolah,” ungkap salah satu pejabat pendidikan.
Selain untuk pemetaan, uji coba TKA juga diharapkan menjadi sarana persiapan siswa menghadapi asesmen nasional maupun seleksi ke jenjang berikutnya. Meski begitu, pihak penyelenggara menegaskan bahwa tes ini bukan alat seleksi, melainkan instrumen diagnostik guna membantu siswa dan guru memahami kebutuhan belajar.
Sejumlah sekolah menyambut baik uji coba ini. Mereka menilai TKA mampu memberikan data yang lebih detail dibanding ujian konvensional. Namun, tantangan seperti kesiapan infrastruktur, pelatihan guru, serta adaptasi siswa terhadap format soal baru masih menjadi pekerjaan rumah.
Dengan adanya uji coba TKA, diharapkan sistem pendidikan nasional semakin fokus pada pengembangan keterampilan abad 21: berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.
Ayo coba simulasi TKA untuk peserta didik kita! Klik link di bawah ini!
https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka
| Gambar ilustrasi (internet) |
Pekanbaru – Keberadaan shadow teacher atau guru pendamping bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah inklusi kian menunjukkan peran vitalnya. Mereka tidak sekadar mendampingi, tetapi menjadi jembatan penting yang memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara.
Pendidikan inklusi menekankan bahwa semua anak berhak belajar di lingkungan yang sama tanpa diskriminasi. Namun, tanpa pendamping khusus, banyak ABK kesulitan mengikuti pelajaran, beradaptasi secara sosial, hingga mengelola emosi di kelas.
“Guru pendamping membantu anak memahami materi, mengembangkan kemandirian, sekaligus mendukung guru kelas agar proses belajar lebih kondusif,” ujar salah seorang pemerhati pendidikan inklusi.
Selain sebagai fasilitator pembelajaran, shadow teacher juga berperan dalam manajemen perilaku, komunikasi dengan teman sebaya, serta koordinasi dengan guru dan orang tua. Dengan cara ini, ABK tidak hanya terbantu secara akademik, tetapi juga lebih diterima dalam lingkungan sosial sekolah.
Sayangnya, ketersediaan shadow teacher di Indonesia masih terbatas. Minimnya pelatihan dan regulasi resmi membuat profesi ini sering dipandang sebelah mata. Padahal, keberadaan mereka terbukti meningkatkan kualitas pendidikan inklusi secara nyata.
Dukungan pemerintah, sekolah, dan masyarakat diperlukan agar shadow teacher mendapat perhatian serius karena mereka adalah garda terdepan dalam mewujudkan pendidikan inklusi yang ramah, setara, dan berkualitas.
Governess Pekanbaru Lab School adalah lembaga yang melayani penyedia kebutuhan shadow teacher dan Nanny/ pengasuh untuk anak berkebutuhan khusus, baik untuk area Pekanbaru maupun di kota-kota lain.
Pendaftaran:
https://bit.ly/ShadowTeacherABK
Untuk pencari kerja, ajukan lamaran Anda melalui:
Pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara. Tidak semua anak dan remaja berkesempatan mengikuti pendidikan formal di sekolah reguler karena berbagai faktor, seperti keterbatasan ekonomi, jarak, atau kondisi sosial. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah menghadirkan Program Pendidikan Kesetaraan melalui jalur pendidikan nonformal. Program ini setara dengan pendidikan formal dan diakui secara nasional, sehingga lulusannya memiliki hak yang sama untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Paket A merupakan program yang setara dengan Sekolah Dasar (SD). Sasaran utamanya adalah warga belajar yang belum sempat menyelesaikan pendidikan dasar. Melalui modul Paket A, peserta mendapatkan pengetahuan dasar seperti membaca, menulis, berhitung, serta wawasan umum yang menjadi fondasi untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Modul dirancang sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari, sehingga memudahkan warga belajar dari berbagai latar belakang usia.
Bahasa
Indonesia
Modul Bahasa
Indonesia untuk Paket A membantu peserta didik memahami dasar-dasar bahasa
dengan pendekatan yang interaktif dan mudah dipahami.
Modul 2: Profesi dan Pekerjaan di Sekitar Kita
Modul 3: Peralatan Rumah Tangga
Modul 8: Iklan Menarik Produk Laris
Modul 10: Menyibak Ilmu Pengetahuan di Sekitar Kita
Modul 12: Aku Berani Bicara di Depan Umum
Modul 13: Pahlawanku dan Kebanggaanku
Modul 14: Pengetahuanku Semakin Bertambah
Modul 15: Peluang di Sekitar Kita
IPA
Modul IPA untuk
Paket A mengajarkan konsep sains dasar seperti makhluk hidup, energi, dan
lingkungan, dengan pendekatan praktis untuk siswa setara SD.
Modul 1: Makhluk Hidup di Sekitar Kita
Modul 2: Siklus Hidup dan Pelestarian
Modul 5: Energi di Sekitar Kita
Modul 6: Misteri Rangka dan Tarikan Nafas Kita
Modul 7: Darahku Lancar Tubuhku Sehat
Modul 8: Lingkungan Hidup Kita
Modul 10: Benda-Benda di Sekitar Kita
Modul 11: Bagaimana Hewan dan Tumbuhan Berkembang Biak
Modul 12: Yang Berubah pada Diriku
Modul 13: Bagaimana Hewan dan Tumbuhan
Modul 14: Mengenal Listrik di Rumah
Modul 15: Daya Tarik antar Kutub
Modul 16: Bumi Kita dalam Tata Surya
IPS
Modul IPS untuk
Paket A mengenalkan siswa pada keberagaman budaya, sejarah, dan lingkungan
sosial di Indonesia, cocok untuk pembelajaran setara SD.
Modul 1: Tak Kenal Maka Tak Sayang
Modul 2: Mendunia karena Potensi Lokal
Modul 3: Karya Untuk Merah Putih
Modul 7: Warna-warni Tempat Tinggalku
Modul 8: Sejahtera Indonesiaku
Modul 9: Negeri dengan Seribu Pesona
Modul 10: Hebatnya Pahlawan Zaman Old
Modul 12: Indonesia dan Modernisasi
Modul 13: Rekam Jejak Indonesia di ASEAN
Matematika
Modul
Matematika untuk Paket A memperkenalkan konsep dasar matematika seperti
berhitung dan pengukuran, disusun untuk siswa setara SD.
Modul 4: Asyiknya Bercocok Tanam
Modul 12: Pandai Mensyukuri Rizki
Modul 14: Menjadi Pengusaha Mandiri
Modul 15: Rahasia Benda di Sekitar Kita
PPKn
Modul PPKn
untuk Paket A mengajarkan nilai-nilai Pancasila, keberagaman, dan kehidupan
bernegara, dirancang untuk siswa setara SD.
Modul 2: Harmoni dalam Kehidupan
Modul 3: Keberagaman di Sekitarku
Modul 4: Keanekaragaman Budaya dalam Persatuan Indonesia
Modul 9: Berlomba Berbuat Kebaikan
Modul 11: Bersama Meskipun Beragam
Modul 12: Jaga Arah Jaga Persatuan
Paket B setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program ini ditujukan bagi masyarakat yang telah lulus Paket A atau SD, tetapi tidak bisa melanjutkan ke SMP. Modul Paket B mencakup pengetahuan umum, keterampilan, serta pembentukan karakter dan kepribadian. Materinya dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis, meningkatkan keterampilan sosial, serta menumbuhkan kesiapan melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah. Selain itu, modul juga memuat pembelajaran kontekstual agar peserta mampu mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
Bahasa
Indonesia
Modul Bahasa
Indonesia untuk Paket B membantu peserta didik memahami bahasa Indonesia dengan
pendekatan yang interaktif dan mudah dipahami, setara SMP.
Bahasa Inggris
Modul Bahasa
Inggris untuk Paket B membantu peserta didik menguasai dasar-dasar bahasa
Inggris dengan materi yang relevan untuk tingkat SMP.
IPA
Modul IPA untuk
Paket B mengajarkan konsep sains dasar seperti makhluk hidup, energi, dan
lingkungan, dengan pendekatan praktis untuk siswa setara SMP.
IPS
Modul IPS untuk
Paket B mengenalkan siswa pada keberagaman budaya, sejarah, dan lingkungan
sosial di Indonesia, cocok untuk pembelajaran setara SMP.
Matematika
Modul Matematika
untuk Paket B memperkenalkan konsep dasar matematika yang lebih lanjut, disusun
untuk siswa setara SMP.
Olahraga
Modul Olahraga
untuk Paket B mencakup berbagai materi aktivitas fisik dan kesehatan untuk
siswa setara SMP.
PPKn
Modul PPKn untuk
Paket B mengajarkan nilai-nilai Pancasila, keberagaman, dan kehidupan bernegara
yang relevan untuk siswa setara SMP.
Prakarya
Modul Prakarya
untuk Paket B mengembangkan kreativitas dan keterampilan praktis peserta didik,
setara SMP.
Seni Budaya
Modul Seni Budaya
untuk Paket B meliputi berbagai aspek seni dan budaya, dirancang untuk siswa
setara SMP.
Paket C adalah program yang setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA/MA). Sasaran utamanya adalah lulusan Paket B atau SMP yang ingin melanjutkan pendidikan tetapi tidak berada di jalur formal. Modul Paket C memberikan bekal pengetahuan akademik, keterampilan, serta kesiapan menghadapi dunia kerja maupun perguruan tinggi. Materinya mencakup rumpun ilmu pengetahuan, sosial, serta pengembangan minat dan bakat. Dengan modul ini, peserta didik dapat lebih percaya diri untuk meraih cita-cita dan bersaing di dunia modern.
Bahasa
Indonesia
Modul Bahasa
Indonesia untuk Paket C membantu peserta didik memahami bahasa Indonesia dengan
pendekatan yang interaktif dan mudah dipahami, setara SMA.
Bahasa Inggris
Modul Bahasa
Inggris untuk Paket C membantu peserta didik menguasai bahasa Inggris dengan
materi yang relevan untuk tingkat SMA.
Biologi
Modul Biologi
untuk Paket C mencakup konsep-konsep penting biologi untuk tingkat SMA,
termasuk ekologi, sistem tubuh, dan genetika.
Ekonomi
Modul Ekonomi
untuk Paket C mempelajari konsep ekonomi dasar hingga lanjutan, cocok untuk
siswa setara SMA.
Fisika
Modul Fisika
untuk Paket C mengajarkan konsep fisika dasar hingga lanjutan, disusun untuk
siswa setara SMA.
Geografi
Modul Geografi
untuk Paket C membahas tentang geografi fisik dan sosial, relevan untuk siswa
setara SMA.
Kimia
Modul Kimia untuk
Paket C mengajarkan konsep kimia dasar hingga lanjutan, disusun untuk siswa
setara SMA.
Matematika
Modul Matematika
untuk Paket C mengajarkan konsep matematika dasar hingga lanjutan, disusun
untuk siswa setara SMA.
Matematika
Peminatan
Modul Matematika
Peminatan untuk Paket C menyediakan materi lanjutan dan aplikasi matematika
yang lebih mendalam, setara SMA.
Olahraga
Modul Olahraga
untuk Paket C mencakup berbagai materi aktivitas fisik dan kesehatan untuk
siswa setara SMA.
PPKn
Modul PPKn untuk
Paket C mengajarkan nilai-nilai Pancasila, keberagaman, dan kehidupan bernegara
yang relevan untuk siswa setara SMA.
Prakarya
Modul Prakarya
untuk Paket C mengembangkan kreativitas dan keterampilan praktis peserta didik,
setara SMA.
Sejarah
Indonesia
Modul Sejarah
Indonesia untuk Paket C membahas tentang sejarah bangsa Indonesia secara
komprehensif, relevan untuk siswa setara SMA.
Sejarah
Peminatan
Modul Sejarah
Peminatan untuk Paket C menyediakan materi sejarah lanjutan dan perspektif yang
lebih mendalam, setara SMA.
Seni Budaya
Modul Seni Budaya
untuk Paket C meliputi berbagai aspek seni dan budaya, dirancang untuk siswa
setara SMA.
Sosiologi
Modul Sosiologi
untuk Paket C mempelajari interaksi sosial, struktur masyarakat, dan perubahan
sosial, relevan untuk siswa setara SMA.
Modul menjadi sarana utama pembelajaran pada pendidikan kesetaraan. Kelebihannya adalah fleksibel, bisa dipelajari secara mandiri maupun dengan bimbingan tutor. Modul juga disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku serta mengakomodasi Profil Pelajar Pancasila, sehingga tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga penguatan karakter, kemandirian, dan kecakapan hidup.