Prepare for Independent Life

KUNJUNGAN PEJABAT KEMENDIDBUDRISTEK REPUBLIK INDONESIA

Kunjungan Pejabat Kemendikbudristek RI, yang didampingi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kemenag Riau, dan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

AKTIVITAS DI LUAR RUANGAN

Siswa Pekanbaru Lab School sedang melakukan aktivitas olah raga

Pameran Karya Autistik

Pameran Karya Anak-anak Autis di Pekanbaru.

RIAU AUTFEST

Event Apresiasi Seni dan Budaya untuk Anak Autis: Foto Bersama Panitia, Kak Seto Mulyadi, Pemerintah Daerah, Tamu Undangan dan Sponsor.

Autism Awareness Day

Naila Agnesia Riyanti saat tampil dalam peringatan Hari Autis Sedunia.

EVENT PERINGATAN HARI DISABILITAS INTERNASIONAL

Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diselenggarakan di Mal Pekanbaru.

SPECIAL KIDS EXPO

Anak-anak Special Bersama Bapak Menteri Kesehatan Republik Indonesia,Ir. Budi Gunadi Sadikin, S.Si., CHFC., CLU., Dedy Corbozier, Praktisi, aktivis, dan Pemerhati Anak.

PROGRAM MAGANG DAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Pekanbaru bekerjasama dengan berbagai Universitas dalam menyelenggarakan program Magang dan Praktek Kerja Lapangan.

ASEAN AUTISM GAMES

Atlet Pekanbaru Lab School turut serta dalam event olahraga bertaraf Asean.

GELAR KARYA

Kegiatan Gelar Karya Siswa untuk meningkatkan Bakat dan Minat dalam Bidang Seni dan Budaya

Selasa, 22 September 2026

Udara Pekanbaru Kembali Baik, Pembelajaran Tatap Muka Normal Mulai 23 September 2026

Disdik Pekanbaru meminta sekolah tetap memantau kualitas udara dan mengutamakan kesehatan serta keselamatan peserta didik.

PEKANBARU – Kegiatan pembelajaran di Kota Pekanbaru kembali dilaksanakan secara tatap muka mulai Rabu, 23 September 2026, menyusul membaiknya kualitas udara di wilayah tersebut.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/39/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru, yang ditetapkan pada Selasa, 22 September 2026.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara Kota Pekanbaru pada 22 September 2026 menunjukkan kondisi yang semakin membaik dan terpantau berada dalam kategori “Baik”.

Gambar Ilustrasi: Pembelajaran tatap muka di Kota Pekanbaru kembali berlangsung normal mulai 23 September 2026 setelah kualitas udara terpantau membaik. Sekolah tetap diminta melakukan pemantauan ISPU dan mengutamakan kesehatan serta keselamatan peserta didik.

Dengan kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menetapkan Proses Belajar Mengajar (PBM) kembali diselenggarakan secara tatap muka dan seluruh kegiatan pendidikan dapat berjalan normal.

Meski demikian, satuan pendidikan tetap diminta melakukan pemantauan ISPU secara harian sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan perubahan kualitas udara.

Keselamatan Peserta Didik Tetap Menjadi Prioritas

Dinas Pendidikan juga mengimbau sekolah dan madrasah yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama maupun kementerian dan lembaga lainnya di Kota Pekanbaru agar menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan perkembangan kondisi kualitas udara.

Kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan penting dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan, terutama apabila kondisi udara kembali mengalami perubahan.

“Proses Belajar Mengajar mulai hari Rabu, 23 September diselenggarakan Tatap Muka. Seluruh kegiatan berjalan normal dan terus melakukan pemantauan ISPU harian,” demikian salah satu poin dalam surat edaran tersebut.

Sekolah Bisa Hentikan Kegiatan Luar Ruangan

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru juga memberikan kewenangan kepada kepala sekolah untuk mengambil tindakan pengamanan apabila kualitas udara memburuk secara mendadak.

Langkah pengamanan tersebut dapat berupa menghentikan kegiatan di luar ruangan, memulangkan peserta didik lebih awal, atau mengalihkan kegiatan belajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

Kebijakan penyesuaian pembelajaran ini mengacu pada Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan.

Surat edaran tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Dr. H. Abdul Jamal, M.Pd.

Kembali dilaksanakannya pembelajaran tatap muka menjadi perkembangan positif setelah kegiatan pendidikan sebelumnya harus menyesuaikan kondisi akibat asap kebakaran hutan dan lahan. Namun, sekolah tetap diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan secara berkala memperhatikan perkembangan kualitas udara untuk melindungi kesehatan seluruh warga sekolah.

Pekanbaru Lab School Siap Menyesuaikan Pembelajaran

Sebagai bagian dari satuan pendidikan di Kota Pekanbaru, Pekanbaru Lab School akan menyesuaikan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan kebijakan pemerintah serta perkembangan kualitas udara.

Pelaksanaan pembelajaran tetap mengedepankan prinsip aman, nyaman, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik, dengan kesehatan dan keselamatan anak sebagai pertimbangan utama.

Link download surat edaran: 

https://drive.google.com/file/d/10gJtXL_jt_udypQULFPV7by_63sxVNsh/view?usp=sharing

 

Senin, 21 September 2026

Studi Terbaru: Faktor Genetik Berperan Besar dalam Autism Spectrum Disorder


PekanbaruAutism Spectrum Disorder (ASD) atau gangguan spektrum autisme merupakan kondisi perkembangan saraf yang memiliki keterkaitan kuat dengan faktor genetik. Namun, autisme tidak disebabkan oleh satu gen tunggal, melainkan oleh interaksi kompleks berbagai variasi genetik, faktor lingkungan, serta mekanisme epigenetik.

Hal tersebut dibahas dalam artikel ilmiah berjudul “Autism Spectrum Disorder: Genetic Mechanisms and Inheritance Patterns” karya Ilaria La Monica dan sejumlah peneliti lainnya yang diterbitkan dalam jurnal Genes pada tahun 2025.

Gambar 1. Tanda-tanda utama yang diamati pada pasien dengan ASD.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa ASD memiliki tingkat heritabilitas yang tinggi, dengan estimasi sekitar 70–90 persen. Artinya, faktor genetik memberikan kontribusi besar terhadap variasi terjadinya ASD dalam populasi. Namun, angka tersebut tidak berarti bahwa seorang anak memiliki kemungkinan 70–90 persen “mewarisi autisme” secara langsung dari orang tuanya.

Para peneliti menegaskan bahwa ASD memiliki pola pewarisan yang sangat kompleks. Berbagai perubahan genetik dapat terlibat, termasuk Single Nucleotide Variants (SNVs) dan Copy Number Variants (CNVs). CNV merupakan perubahan pada bagian DNA berupa penghapusan atau penggandaan segmen tertentu yang dapat memengaruhi satu atau beberapa gen sekaligus.

Sejumlah wilayah kromosom diketahui berkaitan dengan ASD, di antaranya 1q21.1, 15q13.3, 16p11.2, 17p11.2, 22q11.2, 16p13.1, dan 7q11.23. Meski demikian, keberadaan variasi genetik tertentu tidak selalu menyebabkan seseorang menunjukkan karakteristik ASD.

Gambar 2. Gambar 2. Model *double hit*. Risiko ASD dapat disebabkan oleh adanya (A) dua perubahan yang diwariskan: satu berasal dari pihak ayah dan satu dari pihak ibu; (B) perubahan *de novo* dan perubahan yang diwariskan: satu bersifat *de novo* dan satu berasal dari orang tua.


Salah satu konsep penting yang dibahas dalam penelitian ini adalah double-hit model. Konsep tersebut menjelaskan bahwa satu perubahan genetik mungkin belum cukup untuk menghasilkan manifestasi klinis, tetapi ketika terdapat perubahan genetik tambahan, dampaknya dapat menjadi lebih kuat.

Perubahan tersebut dapat berasal dari kedua orang tua, terjadi secara baru atau de novo, maupun merupakan kombinasi antara variasi yang diwariskan dan variasi baru. Kondisi ini membantu menjelaskan mengapa orang tua dapat membawa suatu variasi genetik tetapi tidak menunjukkan ASD, sementara anak yang memiliki tambahan variasi genetik dapat menunjukkan manifestasi perkembangan saraf yang lebih nyata.

Artikel tersebut juga membahas konsep incomplete penetrance, yaitu keadaan ketika seseorang membawa variasi genetik tertentu tetapi tidak menunjukkan gejala klinis yang sama dengan individu lain yang memiliki variasi serupa.

Dengan demikian, dua orang yang memiliki perubahan genetik yang sama belum tentu memiliki kondisi atau tingkat keparahan yang sama. Faktor genetik tambahan dan faktor biologis lainnya dapat memengaruhi bagaimana suatu perubahan genetik diekspresikan.

Gambar 3. Berbagai mekanisme heterozigositas majemuk. (A) Gen tercakup sepenuhnya dalam delesi, dan terdapat SNV pada alel lainnya. (B) Gen tercakup sebagian dalam delesi, dan terdapat SNV pada alel lainnya. (C) Adanya delesi intragenik dan SNV pada alel lainnya.


Selain itu, peneliti membahas compound heterozygosity, yaitu kondisi ketika dua salinan dari satu gen mengalami perubahan yang berbeda. Mekanisme ini diduga turut berperan dalam menjelaskan mengapa pada beberapa keluarga, anak menunjukkan ASD sementara orang tua pembawa salah satu variasi genetik tidak menunjukkan kondisi yang sama.

Penelitian juga mengidentifikasi sejumlah gen yang dapat berperan sebagai modifier genes, seperti NRXN1, NLGN1, SHANK2, SHANK3, MECP2, SETD5, CHD8, dan ASH1L. Gen-gen tersebut berkaitan dengan berbagai proses penting dalam perkembangan sistem saraf, termasuk pembentukan dan fungsi sinaps, regulasi kromatin, serta pengaturan ekspresi gen.

ASD juga dapat ditemukan dalam bentuk sindromik, yakni ASD yang berkaitan dengan kondisi genetik tertentu seperti Fragile X Syndrome, Rett Syndrome, Tuberous Sclerosis, Prader-Willi Syndrome, Angelman Syndrome, dan Williams Syndrome. Sementara itu, pada ASD non-sindromik, tidak terdapat satu penyebab genetik tunggal yang dapat menjelaskan kondisi tersebut.

Kemajuan teknologi genetika, terutama array comparative genomic hybridization (a-CGH) dan Next-Generation Sequencing (NGS), dinilai sangat membantu dalam memahami dasar genetik ASD. Teknologi tersebut memungkinkan peneliti mendeteksi berbagai perubahan genetik yang sebelumnya sulit diidentifikasi.

Pada bagian kesimpulannya, para peneliti menekankan bahwa ASD merupakan kondisi neurodevelopmental yang sangat heterogen. Faktor genetik memainkan peran penting, tetapi mekanisme munculnya ASD tidak dapat disederhanakan sebagai akibat satu gen atau satu pola pewarisan.

Pemahaman terhadap konsep seperti double hit, modifier genes, incomplete penetrance, dan compound heterozygosity diharapkan dapat membantu menjelaskan keragaman karakteristik ASD serta mendukung perkembangan pemeriksaan genetik dan pendekatan klinis yang lebih tepat di masa mendatang.

Pesan penting bagi masyarakat adalah bahwa autisme bukan semata-mata hasil dari satu faktor tunggal. ASD merupakan kondisi perkembangan saraf yang melibatkan interaksi berbagai mekanisme biologis dan genetik yang kompleks.


Sumber: 

La Monica, I.; Di Iorio, M.R.; Sica, A.; Rufino, F.; Sotira, C.; Pastore, L.; Lombardo, B. Autism Spectrum Disorder: Genetic Mechanisms and Inheritance Patterns. Genes 2025, 16, 478. https://doi.org/10.3390/ genes16050478


 


Minggu, 20 September 2026

Kabut Asap Berdampak pada Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru

Dampak Kahutla di Riau terhadap Proses Pembelajaran di Kota Pekanbaru (Gambar Ilustrasi)


Pekanbaru, 20 September 2026 — Kualitas udara di Kota Pekanbaru terpantau berada pada kategori sangat tidak sehat akibat asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisi tersebut berdampak pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sejumlah satuan pendidikan.

Melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/38/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru, kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/daring kembali dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Senin–Selasa, 21–22 September 2026.

Sekolah yang sedang melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS), maupun yang mengalami kendala akses listrik dan internet, dapat menyesuaikan kegiatan pembelajaran melalui modul penugasan berbasis rumah.

Apabila kondisi udara membaik pada Rabu, 23 September 2026, kegiatan pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan. Peserta didik diwajibkan menggunakan masker saat berangkat ke sekolah sebagai langkah perlindungan terhadap dampak asap.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Pekanbaru Lab School turut menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan mengutamakan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan peserta didik. Pihak sekolah mengimbau orang tua untuk mendampingi anak selama belajar dari rumah serta memantau kondisi kesehatan masing-masing.

Penyesuaian kegiatan pembelajaran ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan proses pendidikan sekaligus memberikan perlindungan kepada peserta didik selama kondisi kualitas udara belum membaik.

Link download surat edaran: 

https://bit.ly/SEPenyesuaianPembelajaran

Minggu, 05 Juli 2026

BUDAYA SEKOLAH AMAN DAN NYAMAN DIMULAI DARI KITA



Sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga tempat setiap anak merasa aman, diterima, dihargai, dan bertumbuh sesuai dengan potensinya. Mewujudkan budaya sekolah yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga masyarakat.

Melalui rangkaian video panduan ini, mari bersama-sama membangun lingkungan belajar yang bebas dari perundungan, kekerasan, diskriminasi, dan segala bentuk perilaku yang dapat menghambat tumbuh kembang anak. Setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan menciptakan sekolah yang lebih ramah, inklusif, dan bermakna bagi semua.

🎥 Ikuti setiap videonya dan jadilah bagian dari perubahan menuju Sekolah Aman, Nyaman, Inklusif, dan Bermutu untuk Semua.


#1 Video Edukasi - Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman melalui Tata Kelola dan Edukasi


#2 Video Edukasi - Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman melalui Penguatan Peran


#3 Video Edukasi - Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman melalui Respons dan Penanganan


#4 Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman melalui Tanggung Jawab Pemerintah - Bagian 1


#5 Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Tanggung Jawab melalui Pemerintah - Bagian 2


#6 Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Tanggung Jawab melalui Peran Pemangku Kepentingan

Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).

 

Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 mengatur tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Peraturan ini mencabut Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan karena dianggap sudah tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Berikut adalah rangkuman poin-poin penting dari peraturan tersebut:

1.     Definisi dan Tujuan BSAN

Budaya Sekolah Aman dan Nyaman adalah tata nilai, sikap, dan perilaku yang dibangun untuk menjamin keamanan dan kesejahteraan warga sekolah. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar kondusif yang mencakup:

·   Pemenuhan kebutuhan spiritual: Kebebasan beribadah dan penyediaan sarana ibadah yang layak.

·   Pelindungan fisik: Lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan aksesibel bagi penyandang disabilitas.

·   Kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural: Pemberian kesempatan setara untuk berpendapat serta penguatan dukungan emosional.

·   Keadaban dan keamanan digital: Etika interaksi digital, literasi digital, dan pelindungan data pribadi.

2.     Sasaran dan Cakupan Wilayah

·   Sasaran: Murid, Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan.

·   Wilayah: Mencakup lingkungan di dalam sekolah, lokasi kegiatan di luar sekolah, serta ruang digital yang terkait aktivitas pendidikan.

3. Penyelenggaraan BSAN

Penyelenggaraan dilakukan melalui beberapa langkah strategis:

·   Penguatan Tata Kelola: Melakukan deteksi dini potensi gangguan keamanan secara rutin dan menyusun tata tertib serta kode etik.

·   Edukasi: Dilaksanakan melalui penguatan kapasitas warga sekolah dan integrasi dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.

·   Penguatan Peran: Pembagian tugas spesifik bagi Kepala Sekolah, Guru (seperti wali kelas dan guru BK), serta pelibatan aktif murid.

3.     Respons dan Penanganan Pelanggaran

Pelanggaran terhadap BSAN ditangani berdasarkan jenisnya:

·   Pelanggaran Tata Tertib/Kode Etik: Ditangani sekolah melalui Penanganan Pelanggaran Kolaboratif yang mengutamakan pelindungan korban dan edukasi pelanggar.

·   Pelanggaran Peraturan Perundang-undangan: Ditindaklanjuti melalui mekanisme rujukan ke Kelompok Kerja (Pokja).

4.     Kelompok Kerja (Pokja)

Pemerintah Daerah wajib membentuk Pokja di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

  • Tugas: Sosialisasi, fasilitasi peningkatan kapasitas guru, menerima laporan pelanggaran, serta melakukan verifikasi dan koordinasi penanganan.
  • Struktur: Diketuai oleh Sekretaris Daerah dan melibatkan berbagai perangkat daerah seperti bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan perlindungan anak.

6. Peran Pemangku Kepentingan

Penyelenggaraan BSAN melibatkan peran aktif dari:

  • Orang Tua/Wali: Menyelaraskan pola asuh di rumah dengan pendidikan karakter di sekolah.
  • Komite Sekolah: Memberikan pertimbangan kebijakan dan pengawasan.
  • Masyarakat: Menjaga keamanan di sekitar sekolah.
  • Media: Menyebarluaskan praktik baik dan melindungi identitas warga sekolah dalam pemberitaan.

7. Ketentuan Peralihan

Dengan berlakunya aturan ini, Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) serta Satuan Tugas yang dibentuk berdasarkan aturan lama dinyatakan berakhir masa tugasnya, namun tetap melanjutkan proses penanganan yang sedang berjalan hingga Pokja baru terbentuk.


Download:
Salinan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 - BSAN
https://drive.google.com/file/d/13LjKYazgqv4yHByUvg4mG2m-ODrX3AVq/view?usp=drive_link


Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
https://drive.google.com/file/d/1rZgJd-yp4thA1J6McXBh9BpjrLpl7nMO/view?usp=sharing

 

Minggu, 28 Juni 2026

Kalender Akademik Tahun Pelajaran 2026/2027

Kalender akademik merupakan dokumen strategis yang menjadi pedoman bagi seluruh warga sekolah dalam merencanakan, mengoordinasikan, dan melaksanakan setiap kegiatan pendidikan secara sistematis, terarah, dan berkesinambungan. Keberadaan kalender akademik tidak hanya berfungsi sebagai pengatur waktu pelaksanaan pembelajaran, tetapi juga sebagai instrumen untuk menyelaraskan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, serta berbagai program pendukung lainnya. Dengan demikian, seluruh proses pendidikan dapat berlangsung secara efektif, efisien, dan memberikan kepastian informasi kepada peserta didik, orang tua, pendidik, tenaga kependidikan, serta masyarakat.

Penyusunan Kalender Akademik Pekanbaru Lab School mengacu pada ketentuan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan, selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka, pendekatan Deep Learning, serta visi dan misi sekolah. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mendukung slogan "Prepare for Independent Life" (Mempersiapkan Hidup Mandiri) sebagai wujud komitmen Pekanbaru Lab School dalam menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan potensi setiap peserta didik.

Kami berharap kalender akademik ini menjadi acuan bersama dalam membangun budaya sekolah yang tertib, disiplin, kolaboratif, dan kondusif bagi proses belajar. Melalui perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang konsisten, seluruh program pendidikan diharapkan dapat berjalan secara optimal sehingga mampu mewujudkan lulusan yang berkarakter, kompeten, mandiri, dan siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.


Download:

Kalender Akademik Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Tahun Pelajaran 2026/2026

https://bit.ly/KalenderAkademikDinasPendidikanKotaPekanbaru 

https://bit.ly/KalenderAkademikDinasPendidikanKotaPekanbaru2627

Senin, 01 Juni 2026

PENGUMUMAN KELULUSAN PESERTA DIDIK PAKET A/ TINGKAT SD/ SEDERAJAT PEKANBARU LAB SCHOOL TAHUN 2026

 PENGUMUMAN KELULUSAN PESERTA DIDIK PAKET A 

TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Pekanbaru, 30 Mei 2026 – Dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, seluruh rangkaian proses pembelajaran dan penilaian peserta didik Paket A Tahun Pelajaran 2025/2026 telah selesai dilaksanakan. Berdasarkan hasil rapat dewan pendidik dan mengacu pada ketentuan yang berlaku, satuan pendidikan menetapkan kelulusan peserta didik yang telah memenuhi seluruh persyaratan akademik dan administratif.

Kepala Sekolah/Ketua PKBM menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas kerja keras, semangat belajar, dan ketekunan yang telah ditunjukkan selama menempuh pendidikan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada orang tua/wali, pendidik, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga proses pendidikan dapat berjalan dengan baik.

Kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan langkah awal untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun dunia kehidupan yang lebih luas. Oleh karena itu, para lulusan diharapkan terus mengembangkan potensi diri, menjaga integritas, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Informasi hasil kelulusan dapat diakses melalui media dan mekanisme yang telah ditetapkan oleh satuan pendidikan. Peserta didik diimbau untuk menyikapi hasil kelulusan dengan penuh rasa syukur, tidak melakukan perayaan yang berlebihan, serta tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan nama baik almamater.

Selamat kepada seluruh peserta didik yang dinyatakan lulus. Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih gemilang.


Download di sini:

Pengumunan Kelulusan Tingkat SD/ Paket A/ Sederajat Pekanbaru Lab School Tahun Ajaran 2025/ 2026

https://s.id/PengumumanPaketAPLS2026


Pengumunan Kelulusan Tingkat SMP/ Paket B/ Sederajat Pekanbaru Lab School Tahun Ajaran 2025/ 2026

https://s.id/PengumumanPaketBPLS2026


Pengumunan Kelulusan Tingkat SMA/ Paket C/ Sederajat Pekanbaru Lab School Tahun Ajaran 2025/ 2026

https://s.id/PengumumanPaketCPLS2026





Pengumuman Kelulusan Tingkat SMP/ Paket B/ Sederajat Pekanbaru Lab School Tahun Ajaran 2025/ 2026


 PENGUMUMAN KELULUSAN PESERTA DIDIK PAKET B 

TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Pekanbaru, 30 Mei 2026 – Dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, seluruh rangkaian proses pembelajaran dan penilaian peserta didik Paket B Tahun Pelajaran 2025/2026 telah selesai dilaksanakan. Berdasarkan hasil rapat dewan pendidik dan mengacu pada ketentuan yang berlaku, satuan pendidikan menetapkan kelulusan peserta didik yang telah memenuhi seluruh persyaratan akademik dan administratif.

Kepala Sekolah/Ketua PKBM menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas kerja keras, semangat belajar, dan ketekunan yang telah ditunjukkan selama menempuh pendidikan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada orang tua/wali, pendidik, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga proses pendidikan dapat berjalan dengan baik.

Kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan langkah awal untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun dunia kehidupan yang lebih luas. Oleh karena itu, para lulusan diharapkan terus mengembangkan potensi diri, menjaga integritas, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Informasi hasil kelulusan dapat diakses melalui media dan mekanisme yang telah ditetapkan oleh satuan pendidikan. Peserta didik diimbau untuk menyikapi hasil kelulusan dengan penuh rasa syukur, tidak melakukan perayaan yang berlebihan, serta tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan nama baik almamater.

Selamat kepada seluruh peserta didik yang dinyatakan lulus. Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih gemilang.



Download di sini:

Pengumunan Kelulusan Tingkat SMP/ Paket B/ Sederajat Pekanbaru Lab School Tahun Ajaran 2025/ 2026

https://s.id/PengumumanPaketBPLS2026


Pengumunan Kelulusan Tingkat SMA/ Paket C/ Sederajat Pekanbaru Lab School Tahun Ajaran 2025/ 2026

https://s.id/PengumumanPaketCPLS2026


Pengumunan Kelulusan Tingkat SD/ Paket A/ Sederajat Pekanbaru Lab School Tahun Ajaran 2025/ 2026

https://s.id/PengumumanPaketAPLS2026


Mengenai Saya

Foto saya
Pekanbaru, Riau, Indonesia
Yayasan Pekanbaru Lab School adalah yayasan yang fokus memberikan pelayanan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus. Sekolah Pekanbaru Lab School berdiri pada tanggal 7 Mei 2010. Visi Pekanbaru Lab School ini adalah sebagai wadah pendidikan khusus dan layanan khusus sehingga semua anak mendapatkan hak layanan pendidikan dan kesempatan tumbuh dan berkembang secara maksimal.Yayasan Pekanbaru Lab School mempunyai beberapa divisi, yaitu: 1) Sekolah Khusus, 2) Sekolah Kesetaraan, 3) Life Skill & Keaksaraan, 4) Bimbingan Belajar, 5) Governess & Shadow Teacher dan 6) Divisi Asrama, dan 7) Konseling Keluarga. Penanganan pendidikan khusus dan layanan khusus yang diberikan di Pekanbaru Lab School bersifat holistik dan terintegrasi sehingga kemampuan anak bisa dikembangkan secara optimal. Pekanbaru Lab School adalah sekolah nasional yang sudah terakreditasi B. Mari kita dukung anak-anak mendapatkan layanan pendidikan terbaik sehingga mampu menggapai prestasi tertinggi dengan kemandirian hidup dan berkembangnya bakat dan minat secara maksimal.