Prepare for Independent Life

KUNJUNGAN PEJABAT KEMENDIDBUDRISTEK REPUBLIK INDONESIA

Kunjungan Pejabat Kemendikbudristek RI, yang didampingi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kemenag Riau, dan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

AKTIVITAS DI LUAR RUANGAN

Siswa Pekanbaru Lab School sedang melakukan aktivitas olah raga

Pameran Karya Autistik

Pameran Karya Anak-anak Autis di Pekanbaru.

RIAU AUTFEST

Event Apresiasi Seni dan Budaya untuk Anak Autis: Foto Bersama Panitia, Kak Seto Mulyadi, Pemerintah Daerah, Tamu Undangan dan Sponsor.

Autism Awareness Day

Naila Agnesia Riyanti saat tampil dalam peringatan Hari Autis Sedunia.

EVENT PERINGATAN HARI DISABILITAS INTERNASIONAL

Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diselenggarakan di Mal Pekanbaru.

SPECIAL KIDS EXPO

Anak-anak Special Bersama Bapak Menteri Kesehatan Republik Indonesia,Ir. Budi Gunadi Sadikin, S.Si., CHFC., CLU., Dedy Corbozier, Praktisi, aktivis, dan Pemerhati Anak.

PROGRAM MAGANG DAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Pekanbaru bekerjasama dengan berbagai Universitas dalam menyelenggarakan program Magang dan Praktek Kerja Lapangan.

ASEAN AUTISM GAMES

Atlet Pekanbaru Lab School turut serta dalam event olahraga bertaraf Asean.

GELAR KARYA

Kegiatan Gelar Karya Siswa untuk meningkatkan Bakat dan Minat dalam Bidang Seni dan Budaya

Tampilkan postingan dengan label Sekolah Khusus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah Khusus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juni 2024

SURAT PEMBERITAHUAN LIBUR HARI RAYA IDUL ADHA TAHUN 2024


SURAT PEMBERITAHUAN LIBUR HARI RAYA IDHUL ADHA TAHUN 2024




Segenap keluarga besar Pekanbaru Lab School mengucapkan:"Selamat Hari Raya Idul Adha 2024". Hari ini adalah kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang arti pengorbanan dan ketaatan kepada Allah SWT, sebagaimana yang diperlihatkan dalam kisah Idul Adha.




Download dokumen:



 

Sabtu, 08 Juni 2024

PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Kepala Sekolah, Pekanbaru Lab School, Pak Widiyono Javawinthsa saat menjadi narasumber di Radio Republik Indonesia, Pro2 di Program Sore Ceria, bersama host, Vega Alifia. (Jumat, 7 Juni 2024)

Dalam program sore Ceria ini, diangkat tema Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Sebelum membahas pendidikan anak berkebutuhan khusus, Pak Widi me jelaskan definisi anak berkebutuhan khusus. Menurut Pak Widi, Anak berhak khusus adalah anak yang memiliki karakeristik khusus, yang mengalami keterbatasan atau keluarbiasaan, baik fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional, yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia dengannya, yang memerlukan penanganan dan layanan khusus dari orang-orang khusus supaya pertumbuhan dan perkembangannya bisa tercapai secara optimal.

Selanjutnya Pak Widi menjelaskan definisi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Menurut beliau, Pendidikan kebutuhan khusus (special needs education) adalah disiplin ilmu yang membahas tentang layanan pendidikan yang disesuaikan bagi semua anak yang mengalami hambatan belajar dan hambatan pekembangan akibat dari kebutuhan khusus tertertu baik yang bersifat temporer maupun yang besifat permanen.
Dalam menangani Anak Berkebutuhan Khusus ada tahapan yang perlu dilakukan:
1. Screening
2. Diagnosa, yang dilakukan oleh psikolog, dokter anak, psikiater anak, dan neurolog anak.
3. Penanganan Dini, yang dilakukan di klinik-klinik terapi, rumah sakit, maupun home visit. Penanganan pada tahapan ini disebut dengan terapi. Jenis terapi yang biasa dilakukan adalah: terapi perilaku, terapi wicara, terapi okupasi, fisioterapi, edukasi,biomedis, dan terapi lainnya)
4. Group Terapi/ Kelas transition, yang dilakukan secara klasikal dengan rasio anak dan terapis diperbesar, misal: 1:2 - 1: 4. Fungsinya adalah mempersiapkan anak untuk bisa masuk ke group besar di Intervensi Lanjut.
5. Intervensi Lanjut, yang dilakukan di sekolah. Intervensi lanjut bisa dilakukan di sekolah umum, sekolah inklusi, sekolah khusus, sekolah keterampilan, home schooling, dan bentuk penanganan lanjut lainnya.

Pak Widi menambahkan bahwa untuk memaksimalkan pencapaian kemampuan anak, Program harus dibuat secara individual dalam bentuk program pembelajaran individual, mengingat setiap anak berkebutuhan khusus unik dan berbeda, satu sama lainnya. Program yang dibuat untuk anak-anak, harus sesuai dengan kebutuhannya, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Program dibuat berdasarkan hasil pemeriksaan dan observasi. Pemeriksaan dan observasi dilakukan untuk mengumpulkan data selengkap-lengkapnya pada semua aspek tumbuh kembang anak. Hal lain yang sama pentingnya adalah evaluasi program. Program yang dusah dibuat dan dilaksanakan, harus dievaluasi secara berkala untuk melihat apakah program yang dibuat efektif atauy tidak.

Lingkungan keluarga juga menjadi faktor penting dalam proses penanganan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Semakin lingkungan memberi dukungan terhadap proses penanganan, akan lebih cepat pula proses pencapaian kemampuan baru, begitu juga sebaliknya, ketika lingkungan tidak mendukung, maka proses penanganan akan terhambat.  

Faktor penerimaan dan lingkungan sangat mempengaruhi proses penanganan anak berkebutuhan khusus. Dengan penerimaan yang tinggi, anak akan mendapatkan kasih sayang dan dukungan yang penuh dari orang tua. Lingkungan yang mendukung juga menjadi hal yang penting untuk membantu anak berkebutuhan khusus tumbuh dan berkembang secara optimal, sebaliknya lingkungan yang tidak mendukung akan menghambat dan memperburuk kemampuan anak pada semua aspek.

Pekanbaru Lab School termasuk sekolah yang memberikan penanganan lanjut untuk anak berkebutuhan khusus. Pekanbaru Lab School memberikan layanan berupa:
1. Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus 
2. Sekolah Kesetaraan (Jenjang SD - SMA/ sederajat)
3.Sekolah Pelatihan dan Kursus
4. Penanganan Khusus berupa Shadow Teacher dan governess
5. Asrama

Mari dukung anak-anak berkebutuhan khusus menggapai potensi terbaik mereka dengan menerima dan memberikan dukungan terbaik dalam proses tumbuh kembang mereka.

Link Youtube:
https://www.youtube.com/live/d-gfwPj0jfE?si=xlPSE3PpwLoYFLVz


Rabu, 05 Juni 2024

GALERI FOTO RIAU AUTFEST 2024

RIAU AUTISM FESTIVAL (RIAU AUTFEST) 2024

Sambutan Ketua Panitia

Piagam Perhargaan diberikan kepada Pemerintah Provinsi Riau yang sudah mendukung penyelenggaraan Riau AutFest 2024

Penanggungjawab acara bersama para sponsor yang hadir.

Foto bersama, Panitia Riau AutFest 2024 bersama Kak Seto dan penanggungjawab acara













































 

Sabtu, 24 Juni 2023

Fakultas Psikologi Magister Psikologi Sains Maranatha Mengadakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat di Yayasan Pekanbaru Lab School

 

Pemberian cenderamata oleh Bapak Joseph Triyadi, S. Psi., OT (R) kepada Bapak Zakaria Eka Sahputra Sembiring, S. Th.

Program Studi Magister Psikologi Sains Universitas Kristen Maranatha Bandung mengadakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) kelompok swadana yang diselenggarakan sejak 9 Mei – 22 Juni 2023 di Yayasan Pekanbaru Lab School. Kegiatan yang diketuai oleh Ibu Dr. Jacqueline Mariae Tjandraningtyas, S.Psi., M.Si. psikolog dengan anggota pelaksana: Deci Tanner dari Surabaya, Megia Raspati Br. Ginting dari Pekanbaru, Ratnasari Desi dari Jambi, Widiyono dari Pekanbaru, dan Zakaria Eka Sahputra Sembiring, memberikan layan konseling gratis untuk karyawan, guru, dan orang tua siswa Pekanbaru Lab School.  

Program konseling yang diberikan dimaksudkan untuk membantu konseli (klien) dalam memahami kemampuan diri sendiri dalam memecahkan berbagai masalah. Metode pelaksanaan konseling dilaksanankan dengan dua moda: tatap muka dan daring (online). Konseling tatap muka dilakukan oleh mahasiswa yang berdomisili di Pekanbaru, sedangkan metode daring dilakukan oleh mahasiswa yang berasal dari luar kota Pekanbaru. Masing-masing peserta mendapatkan tiga sesi konseling.

Pak Joseph Triyadi, S. Psi., OT (R), selaku sekretaris yayasan, yang menerima perwakilan mahasiswa, mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung dan mahasiswa, atas program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di yayasan Pekanbaru Lab School. Yayasan dan sekolah terbantu oleh program ini, terutama pengurus, guru, dan orang tua yang mendapatkan program ini. “Kiranya program ini bisa terus berlanjut” pungkasnya.

Di waktu yang bersamaan, Bapak Zakaria, salah satu mahasiswa peserta program pengabdian kepada masyarakat juga menyampaikan terima kasih kepada Pekanbaru Lab School yang sudah bersedia bermitra dan kepada fakultas yang sudah memfasilitasi program ini. “Terima kasih untuk Pekanbaru Lab School yang memberikan ruang untuk saya mengabdi kepada masyarakat dalam layanan psikologi. Semoga kerjasama ini dapat memberi dampak yang baik bagi keluarga besar PLS” kata Zaka.

Di waktu yang terpisah, salah satu orang tua yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa dirinya dan keluarga merasa tertolong dengan adanya program konseling ini. Permasalahan yang selama ini dihadapi oleh dirinya dan anak, bisa mendapatkan jalan keluar. “Kalau bisa, saya mau nambah sesi konseling untuk anak saya” katanya lagi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian cenderamata dari Pekanbaru Lab School kepada pelaksana kegiatan, yang diwakilkan oleh tiga mahasiswa yang berdomisili di Pekanbaru.  

Pertemuan pertama tim Pengabdian Kepada Masyarakat dengan mitra

 

Selasa, 07 Februari 2023

Kunjungan Ketua Umum Perhimpunan Fisioterapi Anak Indonesia (PFAI) di Pekanbaru Lab School

Pada hari Rabu (08/0/2023), Pimpinan Pekanbaru lab School menerima ketua umum Perhimpunan Fisioterapi Anak Indonesia bersama dosen Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Aceh bersama perwakilan dari RSIA Andini Pekanbaru, Klinik Pratama Unhuma, dan mahasiswa magang dari Medan, Sumatera Utara.

Kunjungan ini bermaksud untuk melihat bagaimana penanganan yang diberikan kepada anak berkebutuhan khusus di Pekanbaru Lab School. Pekanbaru Lab School sendiri, dalam tahapan penanganan Anak Berkebutuhan Khusus, berada pada level penanganan tingkat lanjut. 

Pimpinan Pekanbaru Lab School bersama ketua Perhimpunan Fisioterapi Anak Indonesia bersama dosen Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Aceh bersama perwakilan dari RSIA Andini Pekanbaru, Klinik Pratama Unhuma, dan mahasiswa magang dari Medan, Sumatera Utara.

Foto bersama

Minggu, 08 Mei 2022

PENGUMUMAN KELULUSAN


PENGUMUMAN KELULUSAN 

PESERTA DIDIK PEKANBARU LAB SCHOOL 

TAHUN AJARAN 2021/2022


Kamis, 21 April 2022

SEKOLAH KHUSUS PEKANBARU LAB SCHOOL

Sekolah Khusus Pekanbaru Lab School 

Bersama Kak Seto Mulyadi


Sekolah Khusus Pekanbaru Lab School berdiri sejak tahun 2010. Program ini ditujukan untuk memberikan pendidikan khusus dan layanan khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus (autis, gangguan belajar, gangguan intelegensi, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif/ ADHD, Down Syndrome, dan gangguan tumbuh kembang anak lainnya. 

Kegiatan di luar ruangan

Sekolah ini terdaftar sebagai sekolah swasta nasional yang sudah mendapatkan akreditasi B dan memberikan pelayanan pendidikan khusus dan layanan khusus secara prima dari Senin – Jumat, pukul 08.00 – 16.00 WIB.

Untuk menjamin peningkatan mutu, kebutuhan individual dan keterlibatan, dan menjamin bahwa siswa dapat menerima program yang sesuai dengan kebutuhan khusus dan kemampuannya, program dibuat secara individual dan terintegrasi, yang biasa disebut Program Pendidikan Individual (PPI),meliputi penatalaksanaan perilaku, sensorik dan motorik, berbahasa dan wicara, sosialisasi, bantu diri, akademik, dan pengembangan bakat minat. Program bersifat sistematis, terarah dan terukur sehingga orangtua, guru, terapis, dan sekolah bisa dengan mudah berkoordinasi dalam memaksimalkan kemampuan anak pada semua aspek.

Pameran Karya Anak Autis

Untuk mendapatkan PPI, setiap anak yang masuk akan menjalani rangkaian kegiatan meliputi pemeriksaan kemampuan dan observasi selama 1 (satu) bulan. Hasil pemeriksaan dan observasi inilah yang akan dijadikan dasar pembuatan PPI. Untuk mempermudah pelaksanaan, penetapan target, dan evaluasi, program dibuat secara secara periodik, dalam jangka waktu 1 bulan.

Dengan program yang sistematis, terarah, dan terukur, Pekanbaru Lab School yakin bisa membawa perubahan yang baik untuk anak-anak sehingga kemampuannya bisa berkembang secara maksimal. untuk menunjang perkembangan yang lebih maksimal, sekolah ini menyediakan asrama bagi siswa yang berasal dari luar kota.

Kontingen Pekanbaru Lab School di Asean Autism Games


Dalam rangka mencapai tujuannya, Pekanbaru Lab School cukup aktif dalam menyelenggarakan event anak berkebutuhan khusus, seperti Riau Autism Festival (Riau AutFest), Pameran Karya Anak Autis, Seminar dan Pelatihan, dan juga aktif mengirimkan anak-anak mengikuti event kompetisi, seperti Indonesian Autism Games, Asean Autism Games, dan kompetisi yang diselenggarakan oleh pemerintah atau institusi lain.

Penyelanggaraan Riau Autism Festival



 

 

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pekanbaru, Riau, Indonesia
Sekolah khusus Pekanbaru Lab School berdiri pada tanggal 7 Mei 2010. Visi Pekanbaru Lab School ini adalah sebagai wadah pendidikan khusus dan layanan khusus sehingga semua mendapatkan hak layanan pendidikan dan kesempatan tumbuh dan berkembang secara maksimal. Pekanbaru Lab School mempunyai beberapa divisi, yaitu: 1) Sekolah Khusus, 2) Sekolah Kesetaraan, 3) Life Skill & Keaksaraan, 4) Taman Bacaan Masyarakat, 5) Governess & Shadow Teacher dan 6) Divisi Asrama. Penanganan pendidikan khusus dan layanan khusus yang diberikan di Pekanbaru Lab School bersifat holistik dan terintegrasi sehingga kemampuan anak bisa dikembangkan secara optimal.Pekanbaru Lab School adalah sekolah nasional yang sudah terakreditasi B. Mari kita dukung anak-anak mendapatkan layanan pendidikan terbaik sehingga mampu menggapai prestasi tertinggi dengan kemandirian hidup dan berkembangnya bakat dan minat secara maksimal.

Translate